Gapoktan

KELOMPOK TANI

Kelompok tani adalah beberapa orang petani atau peternak yang menghimpun diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, dan minat. Kelompok tani dibentuk berdasarkan surat keputusan dan dibentuk dengan tujuan sebagai wadah komunikasi antarpetani. Surat keputusan tersebut dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan untuk memonitor atau mengevaluasi kinerja kelompok tani. Kinerja tersebutlah yang akan menentukan tingkat kemampuan kelompok.[2] Penilaian kinerja kelompok tani didasarkan pada SK Mentan No. 41/Kpts/OT. 210/1992. Fungsi kelompok tani adalah:

- Menciptakan tata cara penggunaan sumber daya yang ada.

- Sebagai media atau alat pembangunan.

- Membangun kesadaran anggota petani untuk menjalankan mandat yang diamanatkan oleh kelompok.

Pemberdayaan kelompok tani merupakan sebuah model pemberdayaan yang arah pembangunan berpihak pada rakyat. Kelompok tani pada dasarnya sebagai pelaku utama pembangunan di pedesaan.Kelompok tani dapat memainkan peran tunggal maupun ganda, seperti penyediaan ]]input]] usaha tani, penyediaan air irigasi, penyediaan modal, penyediaan informasi, serta pemasaran hasil secara kolektif. Peran kelompok tani merupakan gambaran tentang kegiatan-kegiatan kelompok tani yang yang dikelola berdasarkan persetujuan anggotanya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berdasarkan jenis usaha, atau unsur-unsur subsistem agribisnis, seperti pengadaan sarana produksi, pemasaran, dan sebagainya.[3] Pemilihan kegiatan kelompok tani ini berdasarkan pada kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi dan lain sebagainya.

Kelompok tani di desa Lerankulon  tergabung dalam kelompuk GAPOKTAN ANEKA TANI MAMKMUR terdiri dari beberapa kelompok yaitu:

TANI MAKMUR

RUKUN YANI

TANI JOYO

MARSUDI TANI

TANI UTOMO

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)